News

Jelang Lebaran, Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Aman

27 Mar 2026 by Author
photo

JAKARTA, 14 MARET 2026 – Pemerintah memastikan cadangan energi nasional tetap aman menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Stok bahan bakar minyak (BBM) hingga LPG disebut masih berada di atas batas minimal cadangan nasional sehingga kebutuhan masyarakat dipastikan tetap terpenuhi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hal tersebut dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Bahlil menjelaskan ketersediaan energi nasional, mulai dari minyak mentah, BBM hingga LPG, masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran maupun beberapa waktu ke depan.

“Untuk BBM, baik crude, LPG maupun minyak jadi, menjelang hari raya insyaallah bisa kita atasi dengan komunikasi dan pengelolaan yang baik,” ujar Bahlil.

Ia merinci bahwa berbagai jenis BBM seperti RON 90, RON 92, RON 98, solar hingga avtur masih tersedia dalam jumlah yang cukup dan berada di atas ambang batas cadangan minimal nasional.

Meski kondisi pasokan energi relatif aman, pemerintah tetap memperkuat upaya kedaulatan energi melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya dengan memperluas penggunaan biodiesel serta mempercepat pengembangan kilang minyak dalam negeri.

Menurut Bahlil, program Refinery Development Master Plan (RDMP) menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kapasitas pengolahan minyak nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Program tersebut diperkirakan mampu menekan impor bensin hingga sekitar 5,5 juta ton serta mengurangi impor solar sekitar 3,5 juta ton.
Selain itu, pengembangan kilang dan refinery domestik juga diharapkan dapat meningkatkan produksi dalam negeri.

“Dengan begitu, selisih antara kebutuhan minyak mentah nasional dan kemampuan produksi atau lifting dapat ditekan sehingga impor energi dapat berkurang,” tutur Bahlil.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga pasokan LPG nasional. Saat ini sebagian besar kebutuhan LPG Indonesia masih dipenuhi melalui impor.

Bahlil mengungkapkan sekitar 70 persen impor LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat, sementara sekitar 20 persen berasal dari kawasan Timur Tengah dan sisanya dari beberapa negara lain seperti Australia.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, pemerintah tengah memperluas kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara pemasok sekaligus melakukan diversifikasi sumber impor.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan ketersediaan LPG nasional tetap stabil, terutama saat permintaan energi meningkat menjelang momentum Lebaran.

Scroll to Top