News

Isu Bali Sepi Turis, Load Factor Pesawat Malah Tembus Load Factor 94%

31 Dec 2025 by Author
photo

JAKARTA, 30 DESEMBER 2025 – Isu yang menyebut Bali sepi wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 dipastikan tidak sesuai fakta.

Data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menunjukkan arus penumpang penerbangan dari dan ke Pulau Dewata justru mengalami peningkatan signifikan dengan tingkat keterisian kursi (load factor) rata-rata mencapai 94 persen.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa menegaskan bahwa layanan angkutan udara selama periode Nataru, termasuk di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, berjalan normal, aman, dan lancar di tengah tingginya permintaan perjalanan udara.

“Kami memastikan operasional penerbangan selama Nataru, termasuk penerbangan dari dan menuju Bali, berjalan dengan baik. Tingkat keterisian penumpang berada pada level sangat tinggi,” kata Lukman kepada wartawan, Senin (29/12/2025).

Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Udara, jumlah penumpang yang bepergian dari dan ke Bali hingga akhir Desember 2025 tercatat mencapai 82.445 orang. Angka ini melampaui realisasi pada periode Nataru 2024/2025 yang berada di kisaran 81.500 penumpang.

Lonjakan permintaan tersebut direspons maskapai dengan penambahan penerbangan. Pada periode 18–29 Desember 2025, Kemenhub telah menerbitkan 285 izin terbang atau flight approval untuk penerbangan tambahan (extra flight) di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 267 penerbangan telah terealisasi, mencerminkan kesiapan dan optimalisasi operasional maskapai selama puncak libur akhir tahun.

Tingginya minat masyarakat terlihat jelas pada rute utama Jakarta (CGK)–Denpasar (DPS). Rute ini mencatat rata-rata load factor sebesar 94 persen, dengan keterisian kelas bisnis mencapai 83 persen dan kelas ekonomi 94 persen.

Untuk mengakomodasi permintaan, maskapai telah mengoperasikan 71 penerbangan tambahan pada rute tersebut.

Ditjen Perhubungan Udara juga mencatat frekuensi penerbangan CGK–DPS berada di kisaran 32 hingga 45 penerbangan per hari. Sementara pergerakan pesawat harian di Bandara Ngurah Rai mencapai 467 penerbangan, tumbuh 10,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara kumulatif, pergerakan pesawat pada periode 18–28 Desember 2025 tercatat sebanyak 4.787 penerbangan, atau meningkat 2,93 persen secara tahunan.

Meski demikian, Lukman mengakui dinamika kunjungan wisatawan ke Bali turut dipengaruhi faktor eksternal, seperti cuaca ekstrem, genangan air akibat curah hujan tinggi, serta persoalan penanganan sampah di sejumlah wilayah. Namun, ia menegaskan faktor tersebut tidak berdampak terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Kami memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Pengawasan operasional terus dilakukan, termasuk ramp check dan pengawasan tarif, agar angkutan udara selama Nataru berjalan aman dan lancar,” tegasnya.

Scroll to Top