News

Indonesia Mulai Uji Klinis Fase 3 Vaksin Dengue Satu Dosis

31 Dec 2025 by Author
photo

JAKARTA, 30 DESEMBER 2025 – Indonesia mengambil langkah strategis dalam menekan angka kasus demam berdarah melalui dimulainya uji klinis tahap lanjut (Fase 3) vaksin dengue V181-005.

Inovasi hasil kolaborasi MSD, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan FKUI ini menawarkan keunggulan berupa perlindungan jangka panjang hanya dengan satu kali dosis bagi kelompok usia mulai dari 2 tahun.

Langkah ini menjadi krusial mengingat beban berat dengue di Indonesia yang pada tahun 2024 saja mencatat lebih dari 257.000 kasus dengan 1.400 kematian serta dampak ekonomi yang mencapai ratusan juta dolar AS.

Dalam riset multinasional ini, Indonesia bergabung dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura dan Thailand untuk melakukan penelitian berskala besar.

Secara global, uji klinis ini melibatkan lebih dari 10.000 partisipan, di mana 1.000 responden di antaranya berasal dari Indonesia.

Pelaksanaan riset di tanah air dikoordinasikan oleh RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo sebagai leading site dengan dukungan penuh dari IMERI FKUI serta empat puskesmas di wilayah DKI Jakarta. Fokus utama dari tahapan ini adalah untuk mengevaluasi secara mendalam mengenai aspek keamanan, respon imun atau imunogenisitas, serta efikasi vaksin dalam jangka panjang.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama BPOM memberikan dukungan penuh terhadap upaya hilirisasi riset ini demi mewujudkan kemandirian kesehatan nasional.

BPOM sendiri telah menerbitkan persetujuan uji klinis sejak Agustus 2025 dan berkomitmen untuk mengawal seluruh proses agar tetap mematuhi standar ketat Cara Uji Klinik yang Baik (CUKB).

Inovasi satu dosis ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap vaksinasi serta mempercepat perlindungan bagi anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan terhadap tingkat keparahan infeksi.

Peneliti Utama, Dr. dr. Mulya Rahma Karyanti, menekankan bahwa transparansi dan keamanan peserta menjadi prioritas utama selama lima tahun masa pemantauan medis yang berkelanjutan.

Di sisi lain, Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, menegaskan urgensi pengembangan vaksin ini sebagai solusi nyata dalam menghadapi ancaman nyamuk Aedes aegypti.

Sinergi antara akademisi, pelaku industri, dan pemerintah ini diharapkan tidak hanya memperkuat fondasi riset nasional, tetapi juga memberikan akses luas bagi masyarakat terhadap inovasi kesehatan yang menyelamatkan nyawa.

Scroll to Top