London, Senin 02 Maret 2026- International Maritime Organization (IMO) atau Organisasi Maritim Internasional memperingatkan semua kapal untuk menghindari melintas di Selat Hormuz dan menyerukan kepada perusahaan pelayaran untuk sangat berhati-hati di wilayah tersebut, seperti disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) IMO Arsenio Dominquez pada hari Minggu (1/3), dikutip dari Antara
Peringatan dikeluarkan setelah Iran dilaporkan mulai menyerang kapal-kapal tanker pengangkut minyak yang melintasi selat tersebut
Militer Iran, seperti dilaporkan CNN, pada hari Minggu telah menyerang sebuah kapal tanker karena melanggar perintah untuk tidak melintasi Selat Hormuz
Melansir The Times of India, kapal yang diketahui berbendera Palau itu bernama Skylight diserang Iran hingga mengakibatkan bagian belakang kapal terbakar. Insiden tersebut melukai empat awak kapal
Sementara itu mengutip laporan Detik.com, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan dua kapal telah diserang dan sebuh proyektil tak dikenal telah meledak sangat dekat dengan kapal ketiga
Laporan UKMTO tersebut diperkuat dengan statement Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang yang mengatakan bahwa tiga kapal tanker asal Inggris dan AS terkena rudal dan terbakar
Dominquez menyampaikan keprihatinan atas laporan adanya korban jiwa pada insiden tersebut. Ia menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati prinsip-prinsip kebebasan navigasi
Sebagai informasi sejak Sabtu (28/2) malam, IRGC dilaporkan mengirimkan transmisi radio frekuensi tinggi (VHF) kepada kapal-kapal tanker di sekitar teluk, menyatakan bahwa tidak ada kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz
Penutupan itu sebagai respon atas serangan udara gabungan AS-Israel ke Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sehingga memicu kemarahan besar dan perintah pembalasan salah satunya melalui penutupan jalur energi vital tersebut